Kendari Tabloidfakta.Com – Dalam kampanye terbuka yang diselenggarakan oleh Calon Gubernur dan wakil Gubernur Sultra nomor urut 2 Andi Sumangerukka (ASR) dan Hugua yang diselenggarakan di Eks lapangan MTQ pada Jum’at sore (04-10-2024).
ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara (DPW PAN Sultra) Abdul Rahman Saleh menyebutkan kita butuh pemimpin yang tampil dalam keadaan sejuk seperti bapak Andi Sumangerukka (ASR) dan Hugua.
Abdul Rahman Saleh mengatakan, alam saja mencintai dan kita harus tampil sejuk disini karena kita butuh pemimpin seperti mereka. Dan mereka berdua ada 8 program andalannya, ada pendidikan, ada kesehatan, ada kemiskinan, ada kesejahteraan masyarakat kalau digabung itu
Lebih lanjut kata Abdul Rahman Saleh, maka dari 8 program ini kita sebutlah ASR itu dari tingkat nama, A (aspirasi) mengambil, melihat kondisi denyut nadi masyarakat. 11,5 % angka kemiskinan kita harus angkat itu, pendidikan sekarang cuma 3,5 % yang mengenyam S1 dan stratanya, 20 % yang tamatan SMA ini harus dibangun oleh ASR dan Hugua.
Aspirasi masyarakat, masih ada jalan yang belum tuntas, masih ada pengangguran yang harus dituntaskan dan semua itu menjadi bagian dari bapak ASR.
Kemudian S (Selaras), harus selaras mana tanggung jawab Pusat, mana tanggung jawab Provinsi mana tanggung jawab Daerah Kabupaten/Kota selaras dia. Sinkronisasi, kita tidak bisa bangun negeri ini hanya ego sektoral tapi harus se-iya, sejalan, senasib, sepenanggungan.
Yang ketiga R (Rakyatku) pemimpin yang baik, rakyat belum meminta Dia (ASR) sudah kasih umroh. Tapi tangan kanan berbuat, tangan kiri diam belum apa-apa Dia sudah bantu rumah yang terbakar, belum apa-apa Dia sudah bantu perbaikan jalan, belum apa-apa sudah banyak bantuannya.
Dia juga menjelaskan, tapi Hugua harus juga dengan akal sehat, Dia tahu persis bahwa bukan hanya sekedar wakil tapi harus punya pasangan yang kuat orangnya teruji, terukur, maka Dia harus berpasangan dengan akal sehat.
“Maka konsep Mereka berdua ini mereka katakan kepada saya “saya ingin masyarakat saya berkata dalam hatinya boleh kita lahir dalam kemiskinan tetapi jangan kubur saya dalam kemiskinan”. Inilah pemimpin yang menciptakan negeri Baldatun Toyibun Warabbun Ghofur” pungkasnya.













