SMA Negeri 6 Kendari Gelar Sosialisasi Anti-Narkoba untuk 1.200 Siswa Bersama BNN Sultra

Kendari, Tabloidfakta.Com — Sebanyak 1.200 siswa-siswi SMA Negeri 6 Kendari mengikuti kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba yang dilaksanakan pada apel pagi di lapangan sekolah pada Jum’at (28/11). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan.

 

Sosialisasi tersebut menghadirkan dua narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara. Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Kendari turut hadir memberikan pendampingan dan arahan, sebagai bentuk komitmen sekolah dalam membangun karakter serta kesadaran para siswa mengenai bahaya narkoba sejak dini.

 

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mendorong agar edukasi serupa digelar secara rutin dan diperluas hingga ke tingkat kelas saat proses belajar mengajar. Menurutnya, pemahaman yang kuat tentang bahaya narkoba penting untuk membentuk generasi muda yang sehat, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan.

 

Narasumber dari BNN, Nur Adnan Aga, SKM., M.Kes., menegaskan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak sosial yang lebih luas. Ia memaparkan jenis-jenis narkoba yang marak beredar serta efek berbahaya yang ditimbulkannya terhadap kesehatan fisik maupun mental.

 

Pemateri kedua dari BNN, Melis Y. Lebo, SKM., menyampaikan materi edukatif terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Ia juga membuka sesi diskusi interaktif dengan para siswa, yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta diberi kesempatan untuk bertanya mengenai langkah-langkah pencegahan, strategi menjauhi narkoba, serta cara mewaspadai lingkungan berisiko.

 

Kegiatan sosialisasi ini mendapat respons positif dari para siswa dan tenaga pendidik. Interaksi aktif antara narasumber dan peserta membuat suasana semakin hidup, sekaligus meningkatkan kesadaran siswa akan ancaman serius narkoba terhadap masa depan mereka.

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sekitar 4% remaja berusia 15–24 tahun di Indonesia pernah menggunakan narkoba pada 2024. Angka tersebut menjadi perhatian serius karena masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter.

 

Wakil Kepala Sekolah menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus memperkuat kerja sama dengan BNN dan berbagai lembaga terkait untuk melakukan edukasi berkelanjutan. Ia berharap kolaborasi ini mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari pengaruh narkoba.

 

Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran dan ketahanan diri para siswa sehingga mereka mampu melindungi diri serta berperan aktif dalam mewujudkan sekolah yang aman dan bebas narkoba.

 

 

 

Laporan Hend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *