Kendari Tabloidfakta.Com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tenggara dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari terus mendorong peningkatan literasi keuangan syariah melalui penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah. Kegiatan tersebut digelar di Aula Gedung Kementerian Haji Kota Kendari, Rabu (21/01/2026).
Sebanyak 76 peserta yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kota Kendari mengikuti kegiatan ini. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap investasi pasar modal syariah yang aman, legal, dan sesuai prinsip syariah.
Kepala OJK Sulawesi Tenggara yang diwakili Manajer Madya PEPK dan LMSt OJK Sultra, Desiyani Patra Rapang, menyampaikan bahwa minat masyarakat Sulawesi Tenggara terhadap investasi terus menunjukkan tren positif. Hingga November 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) di Sulawesi Tenggara tercatat mencapai 157.693 rekening, tumbuh 40,68 persen secara tahunan.
Menurut Desiyani, peningkatan jumlah investor merupakan sinyal positif bagi penguatan inklusi keuangan daerah. Namun demikian, partisipasi masyarakat di pasar modal harus dibarengi dengan pemahaman yang memadai terkait risiko investasi. OJK pun menekankan pentingnya penerapan prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum berinvestasi.
“Pastikan entitas investasi memiliki legalitas yang jelas dan imbal hasil yang ditawarkan masuk akal agar terhindar dari investasi ilegal,” ujarnya.
Berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), total kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal di Sulawesi Tenggara mencapai Rp21,8 miliar. Kota Kendari tercatat sebagai wilayah dengan laporan tertinggi, yakni 579 laporan dengan nilai kerugian mencapai Rp10,7 miliar. Kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi dan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan keuangan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari Hj. Marni mengapresiasi sinergi yang terjalin antara OJK, BEI, dan Kemenag dalam meningkatkan literasi keuangan syariah, khususnya di kalangan ASN. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman yang benar dan mendorong pengelolaan keuangan yang lebih bijak.
Kepala Kantor BEI Sulawesi Tenggara Bayu Saputra menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu ragu berinvestasi di pasar modal syariah. Pasalnya, seluruh produk dan emiten syariah telah melalui proses seleksi dan pengawasan Dewan Syariah Nasional–MUI serta OJK.
Penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap implementasi program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Kota Kendari. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan literasi dan inklusi pasar modal syariah semakin meningkat dan berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Laporan Hend













